Pelatihan BCM (bermain, cerita, dan menyanyi) LDII Kabupaten Bandung


2012-02-14 12:25:05


LDII kabupaten Bandung bekerjasama dengan PC LDII Kecamatan Baleendah telah menyelenggarakan kegiatan pelatihan dan keterampilan BCM untuk ustadz/ ustadzah LDII se-Kabupaten Bandung pada hari Minggu, 12 Februari 2012. Kegiatan tersebut bertujuan untuk meningkatkan kemampuan dan keterampilan mengajar dan mendidik ustadz / ustadzah dalam membina generasi penerus LDII. Ketua DPD LDII Kab. Bandung, Bp. dr. H. Agus Muharam, M.M membuka langsung kegiatan yang diikuti oleh 250 orang yang berasal dari berbagai Kecamatan, diantaranya Kec. Majalaya, Kec. Ciparay, Kec. Baleendah, Kec. Margaasih, Kec. Soreang, dll. Dalam sambutannya, Ketua LDII Kab. Bandung mengatakan, dengan adanya pelatihan metode BCM dalam pembinaan generasi penerus LDII, proses belajar bagi anak menjadi lebih menyenangkan. Bermain itu dunia anak , banyak sekali manfaat yang bisa didapat dengan bermain, antara lain sebagai sarana mengekspresikan perasaan, membentuk kepribadian anak, misalnya mengembangkan rasa percaya diri, melatih perkembangan emosi dan sosial, dan merangsang imajinasi dan kreatifitas. Bermain juga merupakan suatu cara bagi anak untuk mempersiapkan diri di masa depan, karena dengan bermain anak menjadi terdidik dalam berbagai segi, misalnya jasmani, intelektual, emosi, sosial, dan kreatifitas. kita sering mendengar seorang bapak/ ibu sering berkata ayo, sudah belajar belum ? kok main terus sih ? . ini adalah anggapan keliru tentang belajar. Bagi anak, bermain merupakan sumber pembelajaran. Banyak sekali para ahli yang mengatakan bahwa bermain mempunyai banyak dampak positif dalam perkembangan anak. Belajar itu penting. Mengaji itu penting. Disiplin itu penting. Siapa yang berkata seperti itu ? jawabannya mudah saja : orang dewasa ! lalu bagaimana dengan anak-anak ? anak-anak adalah anak-anak, bukan orang dewasa yang berbentuk mini. Lumrah bagi anak jika belum bisa memiliki kesadaran dalam hal ini. Bagi mereka yang penting adalah kenyamanan psikologis, kasih saying, penghargaan, keceriaan, kegembiraan, enjoy! Inilah yang bisa memuat anak-anak bahagia. Semua hal diatas menjadi pijakan bagi gagasan bahwa proses belajar mengajar pada anak-anak sangat efektif bila dikembangkan melalui pendekatan happy learning, dengan BCM (Bermain, Cerita, dan Menyanyi).



0 Komentar







Copyright © 2012 . Penggerak Pembina Generus . All Right Reserved .